Turnamen Eropa Tidak Ganggu Persiapan Wolves Menyambut Liga Inggris

Turnamen Eropa Tidak Ganggu Persiapan Wolves Menyambut Liga Inggris

Leader Wolverhampton Wanderers (Wolves), Conor Coady, menyatakan jika kualifikasi Liga Europa memang jadi prioritas utamanya. Tapi, dia ngotot, jika fase kualifikasi Liga Europaa sama sekali tidak menganggu persiapan kesebelasannya menyambut pertandingan pembuka Premier League.

Wolves idenya bakal melawat menuju Armenia untuk menghadapi FC Pyunik dalam laga kualifikasi Liga Europa pada tanggal delapan Agustus mendatang. Pertandingan itu bergulir 3 hari sebelum Raul Jimenez dkk menghadapi Leicester City dalam laga pembuka Premier League.

“Fokus kami telah ada di Armenia. Sebab, kami mesti dapat memperlihatkan performa paling baik di sana. Kami pastinya telah tidak sabar mau cepat meladeni pertandingan mendatang. Sebab, kami mau tampil dalam Liga Europa, ” beber Conor Coady dilansir dari situs web Wolves.

“Tapi, kami jua tahu sejumlah hari setelahnya bakal tampil dalam Premier League. Jadi, kami mesti masih dapat memaksimalkan persiapan menyambut 2 pertandingan sulit minggu ini, ” lanjutnya menambahkan.

Sebelum melawat menuju Armenia, Wolves telah lebih dulu menggagalkan impian dari wakil Irlandia Utara, Crusaders FC pada Kamis (1/8) malam kemarin. Di dalam pertandingan itu, Raul Jimenez dkk bisa mendapat kemenangan meyakinkan dengan score 1-4.

Wolves bukan satu-satunya wakil Inggris di Liga Europa kompetisi musim 2018-19. Arsenal dan Manchester United adalah 2 perwakilan lain dari Negara Ratu Elizabeth. Ke 2 kesebelasan itu telah memastikan 1 posisi pada fase grup sebab berakhir di tempat 5 dan 6 Premier League musim kemarin.

Draxler: Ego Pemain Bintang Dapat Rusak PSG

Draxler: Ego Pemain Bintang Dapat Rusak PSG

Pemain berposisi gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Julian Draxler, menganggap ego dari bintang dengan nama besar di timnya dapat menghambat misi mereka memenangi Liga Champions.

Beberapa pemain elit PSG pernah dikatakan bakal pindah musim panas ini. Neymar dikaitkan dengan kepulangan menuju Barcelona, kemudian Kylian Mbappe menjadi bidikan Real Madrid. Terbaru giliran Edinson Cavani yang dihubungkan dengan Inter Milan.

Rumor-rumor ini jadi wajar karena ke-3 nya memiliki kemampuan tinggi. Tiap-tiap jua memiliki ambisi besar menjadi individu, yang di dalam perjalanannya ikut memancing laporan transfer.

Draxler mengaku jika ambisi-ambisi individual itu sangat terasa di tim, malahan terkadang menyulitkan untuk skuat. Pasalnya seluruh bintang mau menyarangkan goal dan memberikan kontribusi besar.

“Mereka seluruh merupakan bintang fantastis, sukar ditemukan di planet ini bintang level ini. Namun pastinya mereka punya pikiran mereka sendiri, kepala mereka sendiri. Mereka hidup dari sepakbola, mereka mau menyarangkan goal tiap-tiap laga, hingga mereka punya ego, ” tutur Draxler pada AFP.

“Jadi kadang-kadang ini tak simpel untuk semua kesebelasan, namun apabila Kamu lumayan beruntung untuk berlaga bareng bintang-bintang ini, ini cuma kegembiraan tiap-tiap hari, ” Draxler melanjutkan.

Draxler sendiri musim kemarin memperkuat PSG di dalam 46 laga di seluruh turnamen. Dia jua memberikan kontribusi 5 goal dan 12 assist.

Emery Terinspirasi Peningkatan Liverpool

Emery Terinspirasi Peningkatan Liverpool

Pelatih Arsenal, Unai Emery, mengakui terinspirasi dengan peningkatan pesat Liverpool di tiap musim terbaru. Emery mengatakan, The Gunners sedang berusaha mereduksi ketertinggalannya dari The Reds.

Arsenal terancam tidak ikut serta di Liga Champions kompetisi musim berikutnya. Lantaran, Mesut Oezil dan kolega cuma berakhir di tempat ke 5 klasemen penghujung Premier League musim ini.

Kendati begitu, peluang tengah terbuka. Syaratnya, Meriam London wajib menaklukkan Chelsea pada laga pamungkas Liga Europa di Stadion Olympic, Azerbaijan, Rabu (29/5/2019).

Emery mengingat laga pamungkas Liga Europa 3 musim kemarin. Kala itu, ia tengah berkuasa menjadi juru strategi Sevilla dan berjumpa Liverpool dalam laga pucuk.

Sevilla menjadi juara dengan score 3-1 dan mengubur harapan The Reds untuk tampil dalam Liga Champions. Situasi sekarang, The Gunners malah dianggap tertinggal dari tim besutan Juergen Klopp.

“Liverpool main dalam bentrokan final Liga Europa kontra Sevilla 3 musim kemarin dan menelan kekalahan. Mereka jua kehilangan kesempatan untuk tampil dalam Liga Champions lewat Premier League, ” tutur Unai Emery, sebagaimana ditulis Mirror.

“Sejak kala itu, peningkatan mereka amat pesat dan sukses memperoleh pemain-pemain vital. Terdapat perbedaan dengan sekarang, ” katanya.

“Mereka terpaut 3 tahun kemarin, namun sekarang ada di hadapan kami dan perbedaannya sangat besar. Kami mesti memotong perbedaan ini. Kami tengah mencobanya, ” kata pelatih Arsenal itu.

Daniele De Rossi: AS Roma Paksa Aku Untuk Pergi

Daniele De Rossi: AS Roma Paksa Aku Untuk Pergi

Kapten AS Roma, Daniele de Rossi, menyatakan jika petinggi manajemen Gialorossi jadi sebab kunci di balik transfernya. Dia juga menyatakan jika manajemen AS Roma memaksanya untuk angkat kaki.

Pada kompetisi musim 2019-10 nanti, nama Daniele de Rossi telah tidak lagi jadi salah satu bagian dari tim AS Roma. Bintang 35 tahun ini telah tidak mendapat keyakinan untuk memimpin teman-temannya di atas gelanggang dan tak diberikan pembaruan kesepakatan kontrak.

“Saya senantiasa memberi performa paling baik saat berlaga. Di samping itu, aku jua sukses menuntaskan banyak soal yang berlangsung di ruang ganti. Malahan, aku pernah memperbarui kesepakatan kontrak aku sendiri. Namun, sekarang tidak ada yang dapat aku perbuat, ” kata Daniele de Rossi dilansir dari laman Football Italia.

Sepanjang 18 tahun tampil dalam Stadio Olimpico, De Rossi telah jadi seorang idola dari para pendukung. Dia juga mengatakan rasa terima kasihnya pada para ultras AS Roma yang terus memberi sambutan paling baik kepadanya.

“Para pendukung telah memperlihatkan rasa cinta yang amat besar pada aku. Aku jua telah membalas rasa cinta mereka dengan memperlihatkan loyalitas pada Roma, ” tutur De Rossi.

“Saya tidak hengkang dari sini untuk memenangkan trofi bareng tim lainnya. Padahal, nyaris bisa dipastikan aku bakal memperoleh lumayan beberapa trofi jika meninggalkan Roma. Aku memang lumayan terus mendapat tawaran untuk hengkang. Namun, akhirnya aku memutuskan tinggal sebab para pendukung, ” tambahnya.

Griezmann Lebih Ideal Bergabung Madrid ketimbang Barcelona

Griezmann Lebih Ideal Bergabung Madrid ketimbang Barcelona

Eks Manajer Real Madrid, Radomir Antic, menganggap Antoine Griezmann setingkat lebih ideal menambatkan hatinya menuju Santiago Bernabeu ketimbang Barcelona.

Griezmann punya klausul pembelian senilai 170 juta pound di dalam kesepakatan kontraknya di Atletico Madrid. Tapi, biaya itu diturunkan apabila Atletico tidak berhasil mendapat pencapaian pada La Liga ataupun Liga Champions.

Di kompetisi musim 2018-19, Atletico telah tereliminasi dari Liga Champions usai menerima kekalahan dari Juventus pada fase enam belas besar. Ketidakmampuan itu membikin Barcelona dapat mengeluarkan Griezmann dengan banderol 102 juta pound.

Meskipun begitu, menurut Antic, Griezmann tidak ideal dengan gaya bermain Azulgrana.

“Antoine merupakan salah satu playmaker serta Barcelona berlaga tanpa bintang kayak ini. Apabila mereka mengontraknya, Antoine bakal habis pada kursi pemain pengganti sebab ia takkan mendapatkan posisi pada kesebelasan, ” tutur Antic pada Soccerway.

“Tampaknya tak masuk akal untuk aku jika tak 1 juga dari 3 tim sepakbola kuat di Spanyol yang sudah memikirkan menandatangani pengumpan paling baik sejagat, yang tak lainnya merupakan Kevin De Bruyne. Semenjak kapan Luka Modric menjadi pengumpan paling baik di planet ini? ”

“Saya malahan tak dapat menyatakan apakah berarti menyaksikan ia meraih Ballon d’Or menjadi bintang paling baik di planet ini, ini tak masuk akal. Ia tak memberi umpan ataupun menyarangkan goal. Madrid perlu bintang kayak De Bruyne, bukanlah mirip Eden Hazard. Barcelona jua tak perlu Griezmann. Real Madrid kemungkinan lebih memerlukannya, ” tutur Antic yang jua sudah menangani Barcelona serta Atletico itu.

Paris Saint-Germain Jatuhkan Hukuman untuk Rabiot

Paris Saint-Germain Jatuhkan Hukuman untuk Rabiot

Paris Saint-Germain sudah gerah dengan tingkah laku Adrien Rabiot belakangan ini. Terbaru, dia kedapatan tengah asyik berpesta sampai dini hari saat malam PSG dibantai oleh Manchester United beberapa waktu lalu.

Dewan manajemen tim juga mengambil keputusan buat menjatuhkan suspensi sejumlah denda pada Rabiot. Tapi, ternyata denda itu bukanlah pertama kalinya yang dijatuhkan pada bintang berumur 23 tahun itu.

Sebelumnya, dia jua dijatuhi denda lantaran kedapatan mengagumi video unggahan Patrice Evra yang mengritik PSG. Jauh sebelum itu, bintang yang bersangkutan pernah “dimutasi” ke skuat pemain pengganti Paris Saint-Germain.

Disinyalir, awal dari kelakuan aneh Rabiot ialah saat Paris Saint-Germain keberatan melepasnya ke Barcelona. Buntut dari gagalnya transfer itu adalah dia memecat agen yang jua ibunya sendiri.

“Adrien sudah mendapat surat suspensi, ” tutur Direktur Olahraga PSG, Antero Henrique. “Aku memandang tindakannya sama sekali tak dapat diterima buat salah satu bintang profesional pada timnya sendiri. Dia tak menghormati tim, suporter, malahan kawan seklubnya, ” tutur Antero meneruskan.

Antero juga menyatakan, dia berhak berbuat apapun selama yang bersangkutan tengah tercatat sebagai bintang Les Parisiens. “Patut diingat, terhitung sampai 20 Juni 2019, ia tengah bintang kami, ” lanjutnya.

Brace yang Bikin Kepercayaan Diri Philippe Coutinho Balik lagi

Brace yang Bikin Kepercayaan Diri Philippe Coutinho Balik lagi

Juru tak-tik Barcelona, Ernesto Valverde, berharap kepercayaan diri Philippe Coutinho balik lagi sehabis menyarangkan dua gol menuju gawang Sevilla pada ajang Copa del Rey.

“Saya harap kesuksesan itu memberikannya keyakinan lebih,” tutur Valverde pada Soccerway.

Barcelona unggul 6-1 vs Sevilla di leg ke 2 fase perempat-final Copa del Rey yang digelar di Camp Nou, hari Kamis (31/1) dini hari WIB. Philippe Coutinho menjadi starter pada pertandingan itu serta menyumbang 2 goal.

Goal perdana Coutinho terlahir saat laga sudah berjalan hingga menit 13 lewat titik putih. Sang pengadil menunjuk titik penalti usai Lionel Messi dilanggar di daerah terlarang. Messi yang semestinya menjadi eksekutor lantas memberi penalti itu pada Coutinho.

Coutinho sesungguhnya tengah di dalam tekanan. Dia memperoleh sejumlah kecaman usai main jelek bareng Barcelona di dalam 3 bulan terbaru.

“Messi sudah memberi tembakan penalti padanya dan Philippe Coutinho mengambil tanggung jawab besar serta membentuknya jadi (gol) 1-0. ”

Bersama kemenangan itu, Barcelona menang agregat 6-3 serta berhak melaju menuju babak semi-final. Sebelumnya, Coutinho cs kalah 0-2 di kandang Sevilla.

“Yang penting ialah kami punya kepercayaan diri serta kami mengonfirmasi jika kami merupakan kesebelasan yang hebat, saat kami mesti mengambil langkah maju,” tutur Valverde.

Coutinho sendiri telah memperkuat Barcelona di dalam 30 laga kampanye musim ini. Bintang dari Brasil tersebut pun menyumbang 8 goal serta 5 assist.

Kalahkan Juventus, Atalanta Sejajar bersama Madrid dan Barcelona

Kalahkan Juventus, Atalanta Sejajar bersama Madrid dan Barcelona

Hasil positif 3-0 Atalanta melawan Juventus di perempat-final Coppa Italia membikin mereka sekarang sejajar bersama Real Madrid serta Barcelona. Di dalam 2 musim terbaru cuma 2 raksasa Spanyol itu yang bisa menghajar La Vecchia Signora dengan score 3-0.

Di luar dugaan, Juventus yang menyandang status jawara bertahan Coppa Italia 4 edisi terbaru mesti menghentikan kiprah mereka di turnamen yang serupa, hari Kamis (31/1) pagi WIB. Cristiano Ronaldo dkk. mendapatkan hasil negatif dari Atalanta kala menyambangi Stadion Atleti Azzurri d’Italia.

Hasil negatif Juventus tersebut tidak pelak membikin Atalanta sepadan Real Madrid serta Barcelona. Musim kemarin Los Blancos unggul 3-0 melawan tim Italia itu di bulan April 2018, sementara Barcelona telah terlebih dahulu mencatat score sama 1 tahun sebelumnya pada turnamen Liga Champions.

Di sisi lain, di pertandingan perburuan tiket semi-final itu juru tak-tik Juventus, Massimiliano Allegri, sesungguhnya memainkan komposisi bintang paling bagusnya. Termasuk perpaduan sang superstar Ronaldo, Paulo Dybala, serta Federico Bernardeschi pada sektor serang.

Namun begitu sinyal kekalahan La Vecchia Signora telah nampak kala Timoty Castagne menjebol gawang Wojciech Szczesny saat laga sudah berjalan hingga menit ke-37. Dua gol lainnya yang diborong Daniel Zapata (39′, 86′) juga akhirnya menghentikan langkah Juventus di perempat-final Coppa Italia 2018-2019.

Setelah sampai pada fase semi-final Coppa Italia, Atalanta bakal melawan Fiorentina yang dengan cara mencengangkan menang besar 7-1 melawan AS Roma. Sedangkan pertandingan lain bakal mempertarungkan AC Milan bersama Inter Milan ataupun Lazio yang baru bermain di hari Jumat (1/2).

Guardiola Waspadai 2 Keunggulan MU

Manchester City merupakan favorit pada Derbi Manchester, hari Minggu (11/11). Mereka tidak menelan kekalahan pada ajang Liga Premier Inggris. Performa mereka juga semakin bagus. Di tengah minggu kemarin, mereka mengalahkan Shakhtar Donetsk 6-0 pada ajang Liga Champions. Tapi, pelatih City, Pep Guardiola tidak ingin jemawa. Ia tidak menganggap remeh Manchester United.

Walau Manchester United tidak memperlihatkan penampilan bagus di kampanye musim ini, Guardiola menganggap tersedia 2 hal yang menjadi keunggulan mereka serta mesti diwaspadai para pemainnya. Itu merupakan mentalitas serta efektivitas. Dirinya menunjuk fakta pertandingan musim kemarin serta sejumlah pertandingan yang sudah dijalani Red Devils kampanye musim ini.

“Musim kemarin, kami berlaga baik sepanjang 75 menit, namun United memperlihatkan pada kami jika mereka cuma butuh sepuluh ataupun 15 menit buat membikin peluang. Kala menguasai bola, mereka bisa membuat sesuatu sebab memiliki talenta-talenta mengesankan,” terang Guardiola sebagaimana dilansir melalui Manchester Evening News.

Karena itu, ia mendesak anak-anak didiknya dapat main konsisten selama pertandingan pada Derbi Manchester mendatang. Ini hal penting sebab menurut dirinya, main mengesankan selama 90 menit menghadapi kesebelasan hebat merupakan kemustahilan.

Menilik mental serta efektivitas yang bagus itu, Guardiola memperhitungkan Manchester United masih berpotensi memenangi Liga Premier Inggris kampanye musim ini. Mental menjadi juara telah ditampilkan pada banyak pertandingan. Salah satu diantaranya kala melawan Newcastle United.

“Mereka belum terabaikan dari perebutan trofi. Ini bulan November. Mereka memperlihatkan bisa bangkit pada pertandingan-pertandingan sulit seperti kala tertinggal 0-2 menghadapi Newcastle. Mereka merupakan tim besar dengan mental tim besar,” imbuh lelaki dari Katalonia itu.

Guardiola memang layak waspada sebab Manchester United memperlihatkan geliat nyata. Di dalam 3 pertandingan terbaru pada seluruh kompetisi, anak-anak didikan Jose Murinho terus bisa menuai hasil positif walau tak dengan score telak.

Keputusan McGregor Menyerah dari Nurmagomedov Dikecam Eks Petinju

Salah satu komentator UFC sekalian mantan petinju, Paulie Malignaggi, mengomentari keras tingkah laku petarung Republik Irlandia, Conor McGregor, yang memutuskan guna menyerah ketika menghadapi Khabib Nurmagomedov (Rusia).

Di pertandingan UFC 229 yang berjalan di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (7/10) tersebut, Conor McGregor berbuat tap out sebagai tanda menyerah.

Itu diperbuat McGregor karena tidak dapat melepas diri dari cekikian Khabib Nurmagomedov di ronde ke 4.

Soal cara menerima kekalahan McGregor itu, Paulie Malignaggi juga memberi komentar.

“Menang ataupun menerima kekalahan ini tidak soal serta kami keluar seperti petarung, kami meninggalkan sebagai lelaki, kami keluar dengan kehormatan, ” tutur Malignaggi yang dilansir BolaSport. com dari Bjpenn.

Selain itu, Malignaggi pun mengomentari ucapan McGregor di ronde ke 3 yang mendesak permintaan maaf pada Nurmagomedov.

Di ronde ke 3, McGregor menyatakan jika hal-hal yang telah ia katakan sebelum laga adalah salah satu bagian dari bisnis UFC 229.

“Itulah apa berjuluk turnamen, namun keluarlah mirip salah satu lelaki sejati, ” tutur Malignaggi.

“Jangan menyindir soal kesepakatan kontrak di tengah permainan sebagaimana, ‘ini cuma satu bisnis, jangan sakiti saya’, ” kata Malignaggi melanjutkan.