PSSI Serahkan pada Pesepakbola buat Mogok Bermain Jika Ada Lagu Rasis

Wakil Ketum PSSI, Joko Driyono, memberi segalanya pada pesepakbola buat menjalankan mogok berlaga jika terdapat lagu rasis dari pendukung di dalam satu laga.

Hal tersebut supaya para pendukung dapat bersikap dewasa buat tak menyebarkan virus-virus kebencian.

PSSI selama ini memang tak kunjung sempat menggunakan suspensi laga berhenti jika terdapat nyanyian lagu rasis menggema dalam laga.

Pada umumnya, Komite Disiplin (Komdis) PSSI cuma memberi suspensi pada pendukung itu usai laga berjalan.

“Bahkan pada sejumlah turnamen di planet ini tak kunjung ada yang berbuat hal tersebut, serta peraturan ini dapat diformulasikan di dalam laga-laga mendatang, ” tutur Joko di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Senin (01/10).

Lelaki yang akrab dipanggil Jokdri ini sadar jika peraturan buat menyudahi laga jika terdapat lagu rasis wajib dibicarakan lebih dahulu pada tim, pengadil lapangan, dan juga pesepakbola.

Tujuan yang mau disampaikan PSSI sedikit lebih ditujukan pada buat memerangi rasis serta kebencian antara pendukung di Indonesia.

Suspensi berhentinya laga itu pun atas saran dari para pendukung yang hadir menuju Kantor Kemenpora siang tadi.

Mereka berkumpul buat berkonsultasi bareng bagaimana menghantarkan sepakbola Indonesia setingkat lebih bagus lagi setelah pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla, meninggal dunia.

“Bisa saja peraturan di dalam rapat ini tanpa dirumuskan dengan cara detail. Jadi ekspektasi pesepakbola kala mendengarkan teriakan lagu rasis yang amat nyata dapat segera mengakhiri laga itu,” tutur Jokdri.

5 Hal Penting dalam Kemenangan Arsenal Atas Chelsea Di Community Shield

Laga yang bertensi tinggi terpampang dari awal babak, Arsenal sanggup menjadi juara Community Shield ketika sukses menumbangkan Chelsea dalam babak adu penalti 4-1. Nyatanya The Gunners sempat ketinggalan dan akhirnya menyelesaikan pertandingan di waktu normal dengan kedudukan 1-1.

Bandar Bola

Impresifnya, skuad asuhan Arsene Wenger bermain lebih menonjol di dalam laga ini. The Blues dibuat tidak berkutik walau sempat mendapat peluang besar untuk menjuarai laga usai unggul terlebih dulu. Tapi berikut lima hal-hal penting yang terjadi di dalam kemenangan Arsenal atas Chelsea.

1. Kreativitas Chelsea menurun tanpa kehadiran Hazard

The Blues dapat tampil perkasa ketika menjuarai titel Liga Inggris musim yang lalu, tetapi hal tersebut harus dimaklumi, karena mereka semata-mata hanya memainkan satu partai tiap minggunya. Ini menjadikan Antonio Conte mempunyai banyak waktu untuk duduk bersama para pemainnya kemudian berdiskusi mengenai strategi dan analisis atas pertandingan yang bakal berlangsung.

Ada satu nama yang sangat dominan kontribusinya, dia lah Eden Hazard. Tanpa hadirnya gelandang serang berdarah Belgia itu, menjadikan Chelsea tampak kebingungan dalam masalah kreatifitas.

Pedro yang sering dipasangkan bersamanya, bermain seperti kehilangan seorang yang suka membantunya bergerak bebas. Jadi ini adalah pekerjaan rumah yang perlu lekas diselesaikan lantaran minggu depan kejuaraan telah dimulai.

2. Danny Welbeck tampil menggila

Arsenal dalam pertandingan ini belum mampu diperkuat 2 pemain bintangnya Alexis Sanchez serta Mesut Ozil, malah mereka sedikitpun tidak tercantum namanya di dalam list skuad. Ini jadi momentum yang besar untuk Danny Welbeck yang bermain sebagai starter demi unjuk gigi.

Striker internasional Inggris itu juga menjawab kepercayaan dengan amat baik, dia dapat menyebabkan masalah untuk lini pertahanan Chelsea. Pertahanan bola yang kokoh dan sanggup membikin peluang dari sisi sayap, jadi nilai plus Welbeck dalam pertandingan sekarang.

3. Chelsea butuh tiga gelandang bertahan

Satu hal yang sudah terang terlihat di pertandingan pramusim bila Chelsea memerlukan gelandang bertahan lainnya. Tiemoue Bakayoko memang memiliki status bintang baru dan bakal jadi duet sangat jitu bersama dengan N’Golo Kante. Namun siapa yang dapat menemani mereka di barisan lini tengah Chelsea?

Bakayoko masih tetap belum mampu diturunkan ketika menghadapi Arsenal, maka mereka memasukkan Cesc Fabregas di posisi menemani Kante. Dari sisi menyerang Mantan lulusan La Masia itu tidak mendapat masalah, namun saat telah diminta bertahan bisa jadi bencana untuk tim.

Fabregas amat buruk dalam situasi laga satu lawan satu, serta Arsenal yang mengandalkan kecepatan semua pemainnya membikin lini kedua The Blues kesulitan.

Ini jadi konsekuensi mereka ketika membuang Nathaniel Chalobah serta Nemanja Matic. Tidak ada pemain sepadan yang dapat menjadi pilihan lain di dalam skuad pilihan Conte.

4. Performa Lacazette jadi yang sangat ditunggu-tunggu

Cuma memainkan laga sepanjang 66 menit, kemudian digantikan oleh Olivier Giroud, Lacazette tidak mambuat gol dan performanya pun tidak begitu mengagumkan. Namun bila Kamu mengamati lebih lengkap lagi, ini adalah penampilan yang menjanjikan dari Lacazette demi merengkuh keberhasilan di musim pertamanya di Liga Inggris.

Dirinya sanggup bermain melebar, di depan sendirian dan kemampuan membaca kondisi permainan. Semua yang dia lakukan sungguh bagus. Jadi, ini membuat penasaran apa yang dapat diberikan lebih lagi dari sesosok pencetak 37 gol musim lalu bersama dengan Lyon itu.

5. Sead Kolasinac luar biasa

Bek kiri yang baru dihadirkan musim ini bermain sebagai pemain pengganti di menit ke-32, ketika Per Mertesacker ditarik keluar yang disebabkan oleh cedera. Dirinya lalu mengisi deretan tiga bek yang diusung Wenger.

Ketenangan dan power yang dimiliki bek berdarah Bosnia ini sanggup membuat lini pertahanan The Gunners jadi tenang. Chelsea terus kesusahan untuk menghancurkan benteng kuat yang digalang Kolasinac.

Puncaknya saat babak kedua meninggalkan 8 menit lagi, dan Arsenal dalam keadaan tertinggal. Bek yang dihadirkan dari Schalke ini bermain sebagai pahlawan melalui gol sundulannya menyambut umpan Granit Xhaka.

Hasil yang akhirnya memaksa kedua tim untuk mengikuti babak adu penalti, kemudian The Gunners keluar sebagai pemenangnya (4-1).

Calon Pemain Buat Arsenal di Bursa Musim Panas

Arsenal barusan menjalani pertandingan buruk usai dibantai Bayern Munchen secara skor 5-1 di partai 16 besar Liga Champions. Dengan begitu, The Gunners kritis tersingkir dari kejuaraan Eropa dan hal tersebut menyisakan duka mendalam bagi suporter. Di tengah-tengah masa depan Arsene Wenger yang terbilang belum jelas, seluruh fans pun melihat frustrasi dengan komposisi skuad yang dibangun Arsenal ini. Mereka menganggap skuad saat ini masih belum mumpuni tuk bersaing di panggung domestik ataupun Eropa. Melihat hal itu, Arsenal jelas saja harus menjalankan perubahan di musim panas caranya mbeli pemain berkualitas. Bandar bola online ini “meramalkan” pada halaman jurnal bola-nya bahwa akan ada lima calon pemain yang dapat dibeli Arsenal musim panas yaitu:

Isco

Mesut Ozil makin jadi sorotan lantaran penampilan pemain Jerman tersebut begitu buruk belakangan ini. Ia merupakan pemain kelas dunia tetapi tak bisa menunjukkannya dengan konsisten di Arsenal lalu klub mungkin dapat mencari penggantinya. Muncul rumor menyebut bila Real Madrid ingin Ozil kembali serta Arsenal wajib melihat tawaran itu dengan tangan terbuka. Barangkali Ozil bisa digunakan alat barter tuk mendapat bintang Madrid lain. Isco ialah pemain sensasional dan mempunyai kemampuan teknik yang dikombinasikan dengan speedity hingga cocok di Premier League. Sepak bola Inggris tak menghormati pemain semacam Ozil yang sering tampak menghilang di lapangan lalu mereka memerlukan pemain yang dapat menggiring bola semacam Philippe Coutinho maupun Eriksen Kristen.

Layvin Kurzawa

Main di sisi kanan, Lionel Messi tak begitu berkutik saat berhadapan dengan PSG. Seorang pemain yang berhasil mematikan Messi ialah Layvin Kurzawa. Di sudut lain, gol fantastis Arjen Robben serta umpan silang Douglas Costa pada Robert Lewandowski asalnya dari sisi kiri Arsenal. Pemain yang bertanggung jawab tuk mengganjal posisi tersebut ialah Kieran Gibbs. Nacho Monreal serta Gibbs telah lewat masa jayanya lalu Arsenal perlu pemain semacam Kurzawa tuk membenahi barisan belakang dan muncul mendominasi semisal Ashley Cole di era lalu.

Antonio Rudiger

Pasca Laurent Koscielny dibawa keluar lantaran cedera ketika melawan Munchen, Arsenal terpeleset 3 gol dalam rentang waktu 9 menit hingga praktis menyelesaikan pertandingan. Tanpa hadirnya pemain Prancis tersebut, The Gunners terlihat semacam tanpa kemudi, pemimpin serta kepercayaan diri turun drastis. Tetapi, berapa lama kembali Arsenal akan melulu mengandalkan Koscielny? Ia merupakan bek terbaik klub sehabis era Sol Campbell juga Martin Keown, namun Koscielny sekarang berumur 31 dan lagi mendekati akhir karirnya. Arsenal musti melihat pemain berumur 23 tahun Antonio Rudiger. Ia tinggi, mobile, sanggup membaca permainan dengan benar dan bermain di usia yang ideal. Rudiger dapat membentuk duet yang amat bagus bersama Shkodran Mustafi maupun Rob Holding. AS Roma takkan melepasnya dengan ‘miring’ namun pemain Jerman dapat membantu Arsenal.

Franck Kessie

Francis Coquelin terbilang punya keinginan dan mental tuk menang tetapi penampilannya kerap mengecewakan. Oleh sebab itu, Arsenal memerlukan tambahan gelandang tuk menguatkan lini tengah. Mengingat sosok Santi Cazorla masih terus menelan masalah cedera, Arsenal perlu pemain tepat tuk menemani Xhaka. Salah satunya barangkali bisa Jack Wilshere bila dalam kondisi fit. Tapi, gelandang Atalanta Franck Kessie tampak seperti pemain yang pantas tuk mengemban misi memusnahkan lini tengah lawan. Dia punya kemampuan fisik serta kecepatan tuk sukses di Premier League serta Arsenal takkan menyesal merekrutnya.

Romelu Lukaku

Arsenal juga Wenger sepertinya sudah tak percaya Danny Welbeck, Lucas Perez maupun Olivier Giroud. Mereka terus-terusan menurunkan Alexis Sanchez di muka walau mampu mencetak gol. Sanchez kadang begitu memaksakan diri mendulang gol dari kondisi sulit hingga hal tersebut jadi bumerang. Bila mencari pencetak gol andal maka Romelu Lukaku ialah idealnya. Pemain Belgia ini telah terbukti menghasilkan gol dengan praktis di Premier League. Lukaku telah menujukkan kualitasnya kembali musim ini dan dia jelas saja bisa memberi hal yang serupa pada Arsenal. Lukaku dapat bermain dengan maupun tanpa Sanchez di barisan depan The Gunners.